Teknik Pembuatan Batik

Ditulis pada Jumat, 13 Agustus 2010 | Kategori: Artikel Umum Batik | Dilihat 2352 kali
Dalam proses pembatikan ada beberapa teknik yang biasa dilakukan oleh para pembatik. Adapun teknik-teknik tersebut antara lain:
  1. Nglowong, pelekatan malam (lilin) yang pertama.
    Selesai dikemplong mori sudah siap untuk dikerjakan. Teknik pembikinan batik terdiri dari pekerjaan utama, dimulai dari pekerjaan utama, dimulai dengan nglowong ialah mengecap atau membatik motif-motifnya diatas mori dengan menggunakan canting. Nglowong pada sebelah kain disebut juga ngengreng dan setelah selesai dilanjutkan dengan nerusi pada sebelah lainnya.
  2. Nembok, pelekatan malam kedua
    Sebelum dicelup kedalam zat pewarna, bagian yang dikehendaki tetap bewarna putih harus ditutup dengan malam. Lapisan malam ini ibaratnya tembok untuk menahan zat pewarna agar jangan merembes kebagian yang tertutup malam.
    Oleh karena itu pekerjaan ini disebut menembok, jika ada perembesan karena temboknya kurang kuat maka bagian yang seharusnya putih akan tampak jalur2 berwarna yang akan mengurangi keindahan batik tersebut. Itulah sebabnya malam temboknya harus kuat dan ulet, lain dengan malam klowong yang justru tidak boleh terlalau ulet agar mudah dikerok.
  3. Medel, Pencelupan pertama dalam zat warna
    Tujuan Model adalah memberi warna biru tua sebagai warna dasar kain. Zaman dulu pekerjaan ini memakan waktu berhari-hari karena menggunakan bahan pewarna indigo (tom).
    Zat pewarna ini sangat lambat menyerap dalam kain mori sehingga harus dilakukan berulang kali, kini dengan bahan warna modern bisa dilakukan dengan cepat.
  4. Ngerok, menghilangka malam klowong
    Bagian yang akan di soga agar bewarna cokalat, dikerok dengan Cawuk (semacam pisau tumpul dibuat dari seng) untuk menghilangkan malamnya.
  5. mBironi, penggunaan malam ke tiga
    Pekerjaan berikutnya dalam mBironi, yang terdiri dari penutupan dengan malam bagian-bagian kain yang tetap diharapkan bewarna biru, sedangkan bagian yang akan di soga tetap terbuka. Pekerjaan mBironi ini dikerjakan didua sisi kain.
  6. Menyoga, Pencelupan kedua
    Menyoga merupakan proses yang banyak memakan waktu, karena mencelup ke dalam soga.Jika menggunakan soga alam, tidak cukup hanya satu dua kali saja, harus berulang.
    Tiap kali pencelupan harus dikeringkan di udara terbuka. Dengan menggunakan soga sintetis maka proses ini bisa diperpendek hanya setengah jam saja. Istilah menyoga diambil dari kata pohon tertentu yang kulit pohonnya menghasilkan warna soga (coklat) bila direndam di air.
  7. Nglorod, Menghilangkan malam
    Setelah mendapat warna yang dikehendaki, maka kain harus mengalami proses pengerjaan lagi yaitu malam yang masih ketinggalan di mori harus dihilangkan, caranya dengan dimasukkan ke dalam air mendidih yang disebut nglorod.
sumber : Batik Warisan Budaya Asli Indonesia, Aep S. Hamidin, 2010

Puluhan Model, Warna dan Motif Baru Setiap Hari

Langsung Beli Batik Murah Yuk!

 

Komentar Pelanggan

Screenshot paket sudah diterima dengan baikAntik&Unik
Mba,uangnya udh ditransfer,,,Ditunggu ya batiknya,,,Makasih,,,Sri Rezeki Mawar Putri
Stay Up To Date !Follow Instagram@batikunikstore