Pola Batik Semen

Ditulis pada Jumat, 06 Agustus 2010 | Kategori: Pola Batik di Indonesia | Dilihat 7478 kali
Pola batik semen kerap tampak di batik-batik setiap daerah, terutama di Pulau Jawa, yang meliputi Yogyakarta, Surakarta, Banyumas, dan Cirebon. Pola jenis ini dijumpai, terutamanya pada jenis batik-batik kraton, batik pengaruh kraton, batik saudagaran, batik petani, dan batik Indonesia. Dengan kata lain, pola ini mudah dikenali sebab memiliki ragam hias penyusun yang khas, yang acap kali hadir dalam pola-polanya.

Kreator dan inovator pola batik semen adalah Sri Sultan Paku Buwono IV (1787-1816), ketika mengangkat putra mahkota (anaknya sendiri sebagai) sebagai calon penggantinya. Mulanya, pola ini menonjolkan keragaman hiasan, yang maknanya mengambil filosofis Hindu (diambil dari cerita Ramayana). Karena itu, makna filosofis pola batik semen sesuai dengan ajaran yang terdapat dalam Hastabrata Ramayana.

Image

Istilah semen diambil dari kata "semi". Ragam hias meru diambil dari kata "Mahameru", gunung tertinggi di Indonesia. Tempat tersebut merupakan tempat tumbuh-tumbuhan bersemi. Dari situlah kemudian istilah semen berasal.

Pola batik semen masuk ke dalam kategori pola batik nongeometris. Selain pola-pola batik lung-lungan buketan, dan pinggiran. Dalam perkembangannya, di samping memiliki ragam hias dari Hastabrana Ramayana, ada yang ditambah dengan ragam-ragam hias lain yang menjadi dasar pemberian nama polanya.

Contohnya pola semen gajah birawa, di mana pola tersebut memiliki ragam hias berupa gajah. Sementara itu, pola batik semen rante bentuknya serupa rantai, dan lain sebagainya.

Di samping itu, pola semen banyak juga yang ragam hias pokoknya sudah mengalami improvisasi sesuai selera kretaor dan inovatornya. Akan tetapi, makna filosofisnya sama dan namanya memiliki makna, cerminan, dan harapan. Contohnya, batik semen sidoasih (berbagai versi), namun mencerminkan arti yang sama.

Ada beberapa jenis batik yang memiliki pola semen, diantaranya:
Pertama, batik asal Kraton Yogyakarta contohnya semen gurdho, semen sinom; untuk batik-batik Kraton Surakarta contohnya semen gendhong, semen rama; untuk batik-batik Puro Pakualaman contohnya semen sidoasih; untuk batik-batik dari Puro Mangkunegaran contohnya semen jolen; dan untuk batik-batik yang berasal dari Cirebon contohnya semen rama dan sawat pengantin.
Kedua, batik pengaruh kraton. Untuk batik-batik asala Banyumas contohnya semen klewer Banyumasan.
Ketiga, batik saudagaran. Untuk batik-batik dari Yogyakarta contohnya semen sidoasih, semen giri; untuk batik-batik asal Surakarta contohnya semen rama dan semen kakrasana.
Keempat, batik pedesaan. Untuk batik-batik asal Yogyakarta contohnya semen rante; untuk batik-batik dari Surakarta contohnya semen rama.
Kelima, batik Indonesia. Bermacam-macam pola semen ada di jenis batik ini. Bahkan, ketika muncul pertama kalinya pada tahun 1950-an, pola batik semen mendominasi jenis batik Indonesia, di samping pola parang dan lereng. Pada prinsipnya, batik Indonesia merupakan perpaduan pola batik klasik (tradisional), contohnya pola semen dan pola parang atau lereng, dengan pewarnaan batik pesisiran.

sumber : Batik Warisan Budaya Asli Indonesia, Aep S. Hamidin, 2010 dan teguhsrahardjo.blogdetik.com/batik/

Puluhan Model, Warna dan Motif Baru Setiap Hari

Langsung Beli Batik Murah Yuk!

 

Komentar Pelanggan

Mksh batik unik brg pesanan sy ud nympe, cepet n bgs pelayanannya,ngepacking nya juga rapih, kpn2 saya order lagi ya..Anna
Ok Deal, Pesanan sy udh nyampe....makasih Batik Unik.....Hendra Jaya
Belanja via WA?Hubungi kami di 087839735333