Batik Masa Kini

Ditulis pada Kamis, 12 Agustus 2010 | Kategori: Sejarah Batik | Dilihat 1761 kali
Batik bukan lagi menjadi pakaian yang digemari oleh raja-raja dan pengikutnya (pembantu-pembantu kraton), tetapi juga oleh masyarakat umum. Sehingga banyak peminat atau ketertarikannya pada batik dan menjadikan sebagai pakaian dalam acara-acara resmi seperti acara hajatan, atau acara kenegaraan atau kepemerintahan.

Batik sudah lama dikenal oleh masyarakt Indonesia bahkan masyarakat dunia sehingga menjadikan salah satu ikon atau identitas budaya Indonesia. Sekarang ini kata batik sudah banyak dikenal di luar negeri. Baik wanita maupun pria Indonesia dari berbagai suku gemar memakai bahan pakaian yang dihiasi pola batik ataupun kain batiknya sendiri, yang dibuat dan digunting menurut selera masing-masing. Para turis asing ataupun pejabat-pejabat asing yang tinggal di Indonesia sangat gemar akan batik dan sering membawanya pulang sebagai oleh-oleh.

Setelah terjadinya gonjang-ganjing mengenai status batik yang sempat diklaim oleh Malaysia bahwa batik merupakan ciri khas atau sebagai identitas dari budaya mereka. Dengan adanya pengakuan tersebut masyarakat Indonesia, terutama bagi para pencinta batik Indonesia, merasa gerah dan terganggu dengan adanya kasus tersebut. Sehingga masyarakat Indonesia melalui pemerintahannya mengajukan ke PBB untuk urusn kebudayaan (UNESCO) untuk menetapkan bahwa batik adalah salah satu warisan budaya dunia yang sah milik Indonesia.

Dengan perjalanan panjang yyang lumayan melelahkan, maka UNESCO (United Nations Educational Scientific, and Cultural Organization) pada tanggal 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi menetapkan batik salah satu warisan budaya dunia. Tentunya berita ini memberikan kegembiraan bagi para pecinta batik di Indonesia yang selama ini memang memperjuangkan agar kekayaan seni tak berbenda tersebut bisa sah milik Indonesia.

Keputusan UNESCO yang sudah lama dinanti-nanti bangsa Indonesia itu disambut meriah dan berbagai kalangan pada tanggal tersebut menggunakan batik, baik untuk bekerja, bersekolah, kuliah, serta kegiatan lainnya.

Keputusan badan dunia itu diharapkan akan menggairahkan para pengusaha serta perajin batik untuk meningkatkan kualitas mereka, baik mutu, desain maupun jumlahnya. Sehingga bisa membuktikan kepada bangsa-bangsa lain serta UNESCO sendiri bahwa keputusan itu akan ditindaklanjuti oleh bangsa ini.

Menurut Sultan, sebagaimana diberitakan dalam www.republika.co.id, mengatakan bahwa pelestarian batik sebagai warisan budaya dunia intangible (tak benda) memerlukan dukungan naskah akademik akan mampu menjelaskan semua informasi tentang batik yang mampu dipertanggungjawabkan. Naskah akademik berupa hasil penelitian maupun analisis tentang batik sangat diperlukan karena hingga kini banyak pertanyaan tentang batik yang belum sepenuhnya terpecahkan. Salah satu masalah yang perlu mendapat kajian serius adalah asal muasal batik.

Lebih lanjut dikatakan HB X, bahwa terdapat hipotesis yang menyebutkan corak batik dari Sumatra hingga Papua memiliki banyak kemiripan. Itu kemungkinan dapat terjadi karena jutaan tahun yang lalu Pulau Sumatra, Jawa,dan Kalimantan tergabung menjadi satu. Jika corak batik dari Sabang sampai Merauke memiliki banyak kemiripan, yang menjadi pertanyaan adalah dari mana sumber batik? Untuk itulah diperlukan naskah akademik.

Penetapan batik sebagai warisan budaya dunia tak benda merupakan pengakuan dunia terhadap batik sebagai ciri khas budaya bangsa dan milik Indonesia. Semua pihak perlu mendukung pengakuan dunia terhadap peninggalan nenek moyang bangsa. Sultan berharap semua pihak dapat bekerjasama dalam melestarikan batik secara berkesinambungan agar batik semakin dikenal masyarakat dunia.

Antusiasme masyarakat atas penetapan batik oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia dan milik Indonesia disambut di berbagai daerah dengan mengenakan baju batik pada hari itu dan diadakan berbagai acara dan cara. Seperti salah satunya yang dilakukan oleh ratusan masyarakat batik Pekalongan yang menggelar tasyakura. Menurut H. Ahmad Failasuf, sebagai koordinator Kampung Batik Wiradesa, mengatakan bahwa world heritage perlu disyukuri bahwa diakuinya batik sebagai warisan budaya Indonesia, memanfaatkan peluang zaman keemasan batik. Sebab seluruh bangsa sudah mengakui batik, serta melestarikan dan mengembangkan batik dengan lebih baik.

Begitu juga di salah satu swalayan di Careffour Kota Medan, sebagaimana diberitakan oleh Medan Bisnis, ikut memeriahkan dengan cara sengaja bagikan souvenir ke pelanggan berbaju batik. Adinda salah satu SPG di swalayan yang diwawancari Medan Bisnis tersebut mengatakan bahwa hari ini, bagi pembeli yang mengenakan pakaian batik akan mendapat souvenir dan hadiah cuma-cuma. Dan saya lihat hampir rata-rata pembeli mengenakan batik.

Tidak ketinggalan juga bagi masyarakat Indonesia yang ada di luar negeri. Seperti halnya di kawasan kota tua Nurnberg, Jerman, untuk menyambut ditetapkan batik oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009, sekitar 60 orang dewasa dan anak-anak berkumpul di depan gereja Lorenz Kirche kemudian berfoto bersama, sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan Herzlichen Glueckwunsch BATIK zur Anerkennung am 2.10.2009 als indonesisches Welt-Kulturerbe von der UNESCO (Selamat atas dikukuhkanya Batik indonesia sebagai warisan dunia oleh UNESCO). Kegiatan dilanjutkan dengan berpawai ke tiga titik utama kawasan kota tua itu sambil menggelar spanduk. Aksi ini, tentunya menarik perhatian warga yang lalu-lalang di pusat kota tua Nurnberg.

Itulah hanya sebagian masyarkat Indonesia yang antusias menyambut atas ditetapkannya batik sebagai warisan budaya dunia dan asli Indonesia oleh badan UNESCO. Dan, tinggal kita masyarakat Indonesia yang harus memelihara dan melestarikan budaya tersebut, yang salah satunya adalah dengan (tidak malu) merasa bangga memakai batik dalam segala hal kegiatan di masyarakat dalam segala hal kegiatan di masyarakat dalam berbagai acara, baik formal maupun nonformal. Sehingga dapat menunjukan pada dunia bahwa memang batik adalah warisan budaya asli Indonesia.

sumber : Batik Warisan Budaya Asli Indonesia, Aep S. Hamidin, 2010

Komentar Pelanggan

 

Komentar Pelanggan

Alhamdullilahterima kasih Batikunik pesanan udah sampai ke Bogor pesananya rapih dan tidak kurang apapun, bajunya juga Ok punya...Santi Wulanndari
Thanks barangna sudah sampai barusan.lain kali order lg dh..Ratri

Customer Service

Maaf, CS kami sedang offline, silahkan mengisi form di bawah ini untuk menghubungi kami

Opening Hour :
Senin - Sabtu (08.00 - 16.00 WIB)

Nama
Email
No. HP
Pesan